Pages

Thursday, 24 December 2020

1. Croissant

 Aku duduk di kursi cafe lantai dua itu, menghadap jalan yang masih ramai lalu lalang di saat malam sudah tak muda lagi. Petikan gitar yang kadang sendu kadang tidak menemani mereka, para pembaca puisi di malam minggu yang syahdu ini menghidupkan suasana. Sepiring kentang goreng, croissant dan es coklat terasa begitu sempurna ditambah sepoyan angin yang sepertinya akan membawa hujan sebentar lagi.

Aku menengok ke kanan dan ke belakang, hampir semua meja penuh, tapi ohh hanya aku sendiri yang duduk sendirian. Remang-remang lampu di lantai dua membawa kesan romansa bagi para jiwa muda, kadang kumendengar bisikan cinta, kadang candaan penuh manja. Ah, aku salah pilih kursi.

Di mejaku tersisa separuh kentang goreng dan  es coklat yang hampir habis, croissantku entah sudah kemana saat tiba-tiba seseorang menaruh gelas di mejaku. Dia duduk, tanpa permisi, bersandar dan sambil menyeruput kopinya sesekali. Tanpa berbicara hanya menatap jalan di bawah sana. 

Siapa dia?

No comments:

Post a comment