Sunday, 29 November 2020

Aku dan Kamu itu Nggak Sama


"Udah sabar aja, baru gitu doang kok ga kuat, udah ngeluh aja, aku aja dulu ngga gt kok...."

"Jalani aja dulu, sabar, segini mah kecil..."

"Kalau segini aja kamu udah ga kuat, ke depan mau gimana? Mending mundur aja sekalian kalau gitu si."


Wahai saudaraku yang kucintai, pernahkah kamu mengalami keadaan atau situasi yang menyedihkan atau membingungkan yang membutuhkan telinga dan pundak orang terdekat kamu untuk dijadikan sebagai sandaran dan penenang?

Tapi bukan ketenangan yang diharapkan tapi malah kata-kata yang sedap seperti menabur garam pada luka?

Ya, pasti ada yg berkata seperti itu. Secara mengerti atau tidak mengerti orang tersebut dg kalimat yg diucapkan tetap hasilnya sama, menyakitkan :D

Kalau kata orang toleransi rasa sakit fisik setiap orang itu berbeda, itu fisik yang keliatan, apalagi rasa sakit hati, pikiran atau mental yang ngga keliatan rupanya. Iya ngga?

Buatku yg pernah ngalamin ngekos di Depok, uang 200 ribu itu bisa buat makan 2 minggu. Tapi bisa jadi malah kuat sampe sebulan buat yang ngekos di Jogja (?) Atau malah sehari aja ngga cukup buat salah satu temen sekelas kalian sendiri.

Setiap orang itu terlahir sama, sebagai manusia. Tapi, hati kita memiliki rasa yang berbeda. Otak kita memikirkan cara dengan cara uniknya masing-masing. Mental kita diasah dengan kesulitas yang berbeda.

Bagai matahari senja yang sama, dilihat oleh orang yang berbeda dari tempat yang berbeda maka keindahannya pun akan berbeda~





Related Articles

0 comments:

Post a comment

Powered by Blogger.

Follow by Email

Pages